Bukan Anggaran Yang Menjadi Masalah

ygTANGERANG Selatan, dimana saya tinggal sekarang, dulu adalah lokasi dengan jejeran pepohonan semata. Kini Tangsel berubah menjadi wilayah-wilayah satelit dengan keberadaan BSD, Alam Sutera, Gading Serpong setara kemajuan Barat.

Tangsel yang mengandalkan pepohonan, menjadi incaran investor perumahan, perhotelan, pebisnis. Keunikan Tangsel ada pada lokasinya yang strategis seperti sub-urban Metropolitan Jakarta. Itu salah satu kekuatannya, ada di sisi spasial sebagai salah satu faktor.

Metropolitan yang tak mampu lagi menampung warga dan ekspansi bisnis, membuat Tangsel jadi salah satu serbuan. Harga tanah melejit dan kini turut macet abis karena suksesnya sebagai magnet bagi para investor.

Lalu bagaimana dengan Kab Simalungun? Sekilas ini adalah Kabupaten yang mungkin diciptakan Tuhan sembari Tuhan tersenyum, seperti istilah Bumi Parahyangan Jabar.

Ada lahan nan-subur yang menghidupi warganya secara faktual. Ada hamparan perkebunan yang telah menjadi penarik utama bagi Belanda, The Colonialist. Tak heran toh jika Simalungun menjadi tujuan migrasi India keling dan Pujakesuma zaman dulu, apapun faktor di baliknya.

Simalungun ada di jalur transit. Kecuali lewat udara, tak ada orang Aceh, Padang, Melayu, yang bisa berseliweran di seantero Sumut, jika tidak lewat Kab Simalungun.

Ada Tongging di sisi luarnya penawan turis, Haranggaol yang kini sentra karamba alamiah, Tigaras pelabuhan fery, Tanjung Unta yang unik, Parapat yang masuk radar turis nasional jika bukan internasional.

Kab Simalungun, adalah kabupaten dengan kualitas pendidikan yang tak kalah kualitas dari jejeran kabupaten di Nusantara ini.

Potensi Simalungun itu nyata, kuat dan eksis. Mengembangkannya, jelas tidak terlalu sulit jika dibandingkan misalnya dengan membangun kabupaten-kabupaten di daerah terpencil apalagi tandus.

Dalam teori ekonomi adalah rumus Y = C + I + G + X

Pendapatan adalah tumpukan dari nilai tambah sektor konsumsi (C), investasi (I), pemerintahan (G), dan juga ekspor (X).

Y adalah pendapatan yang dalam hal ini produksi domestik regional bruto (PDRB) Kab Simalungun.

Jadi membangunan simalungun, tidak hanya dengan mengharapkan dan mengandalkan APBD (G), walau porsinya amat menentukan memang.

Ada C yang bisa kita tingkatkan. Contoh mudah. Bagaimana membuat turis bisa stay longer atau lebih lama di Kab Simalungun, sehingga turis bersedia mengeluarkan uang lebih untuk hotel, makan, dan membeli souvenir. Ini salah satu contoh saja.

Ada unsur (I) atau investasi yang bisa dikembangkan, lewat agribisnis. Misalnya, pendirian perusahaan penghasil jus jeruk, jus nenas dan lain-lainnya.

Berdasarkan data statistik Sumut, Simalungun adalah juga penyumbang ekspor (termasuk hasil perkebunan) dalam hal ini adalah (X).

Bagaimana mewujudkan semua itu. Nah, disinilah peran pemerintah dibutuhkan sebagai katalisator pembangunan.

Sebuah pemerintahan yang baik dan bersih, kemampuan melayani ketimbang disembah dan dipuja-puja semu semata menjadi kebutuhan mutlak. Contoh, bagaimana menciptakan business climate yang ramah investor, peraturan yang transparan serta pelayanan satu atap (one stop services). Bagaimana membuat mobilitas di Simalungun lancar dengan memperlancar jalur-jalur jalan yang mengitarinya.

Jika Swiss di atas pegunungan Alpen berkarang berpenduduk 7 juta bisa menjadi buah bibir dunia, tak ada alasan Simalungun menjadi kabupaten pariah.

Jika Jepang yang rawan gempa dan hanya 4 persen lahan yang bisa dilahani, tak ada alasan Kab Simalungun tak bergerak maju.

Salah satu intinya, a good government dan kabupaten dengan good governance.

Jika bisa, jangan ada proyek mercusuar dimana bangunannnya idle alias tak produktif. Ini merugikan.

Jadi begitu banyak potensi yang dikembangkan. Ini semua tergantung pada niat, visi dan kemampuan, yang Simalungun sebenarnya bisa melakukannya. (Uncle Mon)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s