Ketenaran Bona Bermula Dari Ketulusan

Lusius Sinurat

Lusius Sinurat

Banyak orang bertanya siapa Bona P Purba Ak dan mengapa beliau berani mencalonkan diri jadi bupati di simalungun?

Bona memang belum tenar sebagai publik figur. Sebab ia memang bukan tipikal tokoh yang akrab dengan kamera wartawan. Seperti kita tahu banyak pejabat di kementerian keuangan jadi akrab dengan kamerea justru setelah mereka ditangkap KPK.

Mereka yang masih bersih, cenderung tak laku menjual di media. Media lebih suka mereka yang melenceng daripada mereka yang kinerjanya tulus dan lurus di ‘lahan basah’ itu.

Bona adalah salah satu yang terlewatkan oleh sorotan kamera itu. Ia banyak bermain dibalik layar. Bona pernah cerita betapa ia begitu lega ketika bisa menghindari segudang godaan yang menghampirinya, saat penyidikan kasus korupsi.

Benar bahwa tak ada jaminan bahwa Bona bersih, terutama dihadapan orang yang tidak mengenalnya. Tetapi bila perlahan Anda mengenalnya, Anda akan terpana dengan kesederhanaanya, bukan hanya sekedar terpana pada baju murah yang melekat di tubuhnya, atau juga pada kendaraan yang menemaninya.

Bona memang sederhana… dan kesederhanaan itu datang dari hatinya. Saat mengenalnya pertama kali di Jakarta, aku seakan tak percaya kalau dia orang hebat yang diceritakan beberapa teman-teman di Corona Mea (Perkumpulan Eks Seminari Christus Sacerdos).

Tak tampak di wajahnya ekspresi jaim ala pejabat, atau mencoba menjaga jarak dengan adik-adik kelasnya yang mungkin 20-30 tahun dibawahnya. Dia selalu berusaha membiarkan tubuhnya bergerak dinamis dan membiarkan hatinya mudah terpaut dengan welas asih. – tentang kesederhaan dan bagaimana kesederhanaan menjadi unusr terpenting dalam diri seorang pejabat (akan saya share lagi suatu waktu)

Saya hanya mencoba memperkenalkan Bona dari sudut pandang saya dan juga dari beberapa sahabat yang memang satu sama lain saling kenal, entah dengan Bona, entah dengan saya sendiri.

Bona memang tidak tenar, tepatnya belum tenar di Simalungun. Ia baru tersohor di komunitas di mana ia menjadi ketua nya, yakni di komunitas Mantan Seminari Christus Sacerdos yang membawahi 5 ribuan anggota di seantero jagad ini.

Ya, ketenarannya masih ‘lokal’. Bona yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah di BPKP Provinsi Papua sejak tahun 2013 memang sedang ‘bertapa’ di ujung Timur negara tercinta ini.

Akuntan yang pernah bekerja di BPKP Pusat, Jakarta (1987), Ketua Tim Audit di BPKP Provinsi Riau, Pekanbaru (1989 – 2000), Kepala Seksi Pemeriksaan Khusus di BPKP Provinsi Kalimantan Timur (2000 – 2003) dan Pengendali Teknis Audit di BPKP Pusat (2004-2013) ini tak ayal lagi telah mengerti persoalan keuangan di negara ini, termasuk diantaranya bagaimana memaksimalkan kas negara untuk kemaslahatan orang banyak.

Inilah yang menjadi salah satu poin penting mengapa beberapa sahabat dan ratusan relawan berkehendak menggiring tokoh kita yang satu ini menjadi pemimpin di daerah Simalungun, tempat asalinya.

Bersamaan dengan tujuan itulah dibentuk komunitas relawan ini, yakni untuk mewartakan dan meyakinkan masyarakat Simalungun bahwa mereka memiliki mutiara yang kini masih tersembunyi di Papua yang bisa membawa mereka keluar dari alienasi program pembangunan di negara ini.

Benar bahwa Bona belum setenar JR Saragih yang sudah menjabat, mungkin juga calon yang lain yang memang sehari-hari berkutat denga pekerjaan di daera simalungun sana.

Kita sendirilah yang selayaknya mewartakan bahwa dari tanahnya mutiara hitam Papua sana tersimpan mutiara putih yang berasal dari Saribudolok – Simalungun dan seiring waktu ia akan segera tenar dan dikenal masyarakat Simalungung.

Ketenaran memang penting ketika anda menjadi pejabat publik; tetapi serentak ketenaran itu adalah proses yang bermula dari ketulusan, kerendahan hati, pemberian diri dan penampilan sederhana di saat melayani orang-orang lain di sekitar kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s