Jangan Membalas Hal-hal Buruk

Simon Saragih

Simon Saragih

Mudah untuk mengatakan hal-hal berikut tetapi tidak mudah untuk melaksanakannya. Hanya saja jika mampu melakukannya, sebenarnya tidak akan ada ruginya sedikitpun karena semua itu adalah kehendak-Nya yang biblikal.

Ketika seseorang disimpulkan buruk, janganlah ikut-ikutan menyimpulkan buruk karena kesimpulan seseorang itu mungkin didasarkan pada penglihatan sekilas. Atau walaupun seseorang itu buruk dan memang benar-benar buruk, juga tetap jangan menyimpulkan dia buruk karena manusia itu berjalan terus seiring dengan perjalanan waktu.

Tidak ada manusia yang tak berpotensi untuk berubah. Di saat dia berubah, dia akan mengingat kamu, yang tidak pernah ikut-ikutan menyimpulkannya buruk. Dia bahkan mungkin akan melihatmu sebagai simbol dari kasih dan perhatian Tuhan karena sikapmu tadi, yang tidak pernah menyimpulkan dia buruk itu.

Jika kamu disimpulkan bodoh, jika kamu disimpulkan buruk, jika kamu dipandang tak beriman, atau hal-hal lain yang negatif, jangan pernah membalasnya dengan melakukan hal sama. Ada baiknya kamu introspeksi saja, siapa tahu ada yang kurang dan harus diperbaiki.

Namun jika kamu memang buruk dan dihindari, diabaikan, diacuhkan, disepelekan, jangan pernah membalas dengan melakukan hal serupa. Tindakan pembalasan serupa hanya akan membuat orang lain mencatatmu sebagai sandungan dalam hidupnya. Dan hindarilah menjadi batu sandungan, karena Tuhan meminta untuk saling mengasihi dan bukan untuk menjadi orang yang saling memberi batu sandungan.

Jika kamu dipuji, disanjung, jangan terlalu melambung. Terima itu sebagai penyemangat untuk terus berbuat kebaikan dan kebajikan, bukan untuk membuat dirimu menjadi merasa hebat dan lebih hebat, yang mungkin membuat kamu haus akan pujian. Jadikan pujian sebagai langkah lanjutan untuk menggandakan kebaikan dan jangan pernah berhenti.

rumah-bolon-2Hendaklah saling memberi penguatan, dan bukan saling mengacaukan. Hendaklah saling mendukung, bukan saling menjegal. Karena mengacau akan membuat alam balik mengacaukanmu. Karena dengan mendukung, alam pun akan ikut mendukungmu.

Kamu mungkin saja orang kecil, bukan orang berpangkat atau kaya. Akan tetapi janganlah merasa kecil terus dan menganggap dirimu tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab semua yang ada di dunia ini selalu dimulai dari hal-hal kecil. Tidak pernah ada yang muncul menjadi besar seketika, tetapi semuanya selalu dimulai dari hal-kecil.

Seperti bangunan bertingkat yang kemudian besar, itupun selalu dimulai dari hal-hal kecil. Hanya saja, hal-hal kecil terus diakumulasikan sehingga hal-hal kecil menjadi besar dan megah.

Jika tidak punya uang, jangan mengukur dirimu menjadi miskin. Jika tidak punya uang, tetap saja bisa memberi, setidaknya memberi tenaga dan ide. Tidak ada keluarga, tidak ada komunitas, yang semuanya lengkap dan setara secara sosial ekonomi.

Justru kombinasi komunitas yang beraneka kemampuan, malah membuat komunitas itu penuh warna. Hal terpenting, tetap saling menghargai. Sebab Tuhan memang memberi lahir kita dengan talenta yang berbeda-beda.

Hal-hal berbeda itu secara biblikal nyata juga dituliskan secara implisit dan eksplisit. Jadi tetaplah kukuh dan jangan pernah rapuh. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s