Simalungun Na Loppou Jenges

TARSUNGGUL au tanoh hasusuran

Simalungun na loppou jenges.
Simada tuah.
Dolok riris marsikawahan
Talun ni pe ampar do songon appei na bayu.

… Mulak pe au hu Simalungun on.

Simalungun kini: Jalan-sepanjang-13-km-di-Desa-Kasindir-Kelurahan-Pardomuan-Kecamatan-Jorlang-Hataran-Kabupaten-Simalungun-hingga-20-tahun-masih-rusak-parah.

Simalungun kini: Jalan-sepanjang-13-km-di-Desa-Kasindir-Kelurahan-Pardomuan-Kecamatan-Jorlang-Hataran-Kabupaten-Simalungun-hingga-20-tahun-masih-rusak-parah.

Artinya, terkenang aku tanah kelahiran, Simalungun yang indah memikat dan takdirnya bertuah. Bukit-bukit berjejer seperti saling melirik. Ladang-ladang terhampar bak tikar baru terbentang luas.

Itulah penggalan lirik lagu karya alm Taralamsyah Saragih (Garingging) berjudul “Inggou Parlajang”.

Pesona dan kepribadian sang komponis legendaris Simalungun ini, dengan sikapnya yang respek pada Nahum Situmorang dan Djaga Depari karena mereka komponis trio Batak kebanggaan Sumut zaman dulu, terkukuhkan lewat nada dan melodi syahdu di lagu itu.

Terbawa saya ke masa lalu memesona yang sudah tak mungkin terulang lagi sekaligus terayun ke masa depan, dimana lagu itu seakan memanggil kita kembali merekonsiliasikan keindahan alamnya dengan kenyataan rasa di lapangan. Baca lebih lanjut

Iklan